Gagal di Thomas-Uber Cup, PBSI Optimis di Asian Games 2018

Sudah menjadi rahasia sejak lama kalau badminton adalah salah satu olahraga yang mampu membawa Indonesia bersinar di tingkat dunia. Hingga akhirnya generasi saat ini mengenal ganda putra nomor satu dunia asal Tanah Air, Marcus Fernaldi/Kevin Sanjaya. Sebagai tuan rumah Asian Games 2018, badminton kembali jadi tulang punggung Indonesia meraih medali emas.

 

Namun jelang Asian Games 2018 yang tinggal dua bulan lagi, penampilan atlet-atlet badminton justru masih di bawah harapan. Terakhir, Indonesia pulang tanpa gelar apapun di ajang Thomas-Uber Cup 2018 pada akhir Mei kemarin. Kritikan keras jelas dilayangkan masyarakat kepada PBSI sebagai induk organisasi olahraga badminton Tanah Air. Meskipun gagal di event bergengsi itu, manajer badminton Indonesia yakni Susy Susanti tetap optimis atas penampilan para atlet di Asian Games 2018 mendatang.

 

Kepada detikSport, mantan tunggal putri nomor satu dunia ini menegaskan kalau dirinya tetap berpikir positif. Menurut Susy, setiap pertandingan memiliki situasi dan mood yang berbeda. “Justru dengan kegagalan ini, jadi pembelajaran untuk meningkatkan semangat kita. Dengan kekalahan, kita sudah pasti harus lebih waspada, lebih kerja keras lagi. Kekalahan adalah kemenangan yang tertunda dan atlet wajib memperbaiki penampilan.”

 

Sekedar informasi, Indonesia sejauh ini sudah ikut serta dalam Asian Games sejak 1951. Sejak waktu itu, para atlet badminton sudah menyumbangkan 91 medali dengan 26 di antaranya adalah medali emas yang memang selalu didapatkan rutin sejak tahun 1994. Saat ini PBSI sudah melihat para atlet yang konsisten dan stabil mencetak prestasi juara seperti salah satunya adalah Marcus/Kevin.

 

PBSI Tak Ingin Rombak Pelatih Pelatnas

 

Kendati target juara untuk tim putra di Thomas Cup tak tercapai dan tim putri sudah kandas di babak perempatfinal, PBSI rupanya tak memiliki rencana merombak barisan pelatih Pelatnas. Achmad Budiharto selaku Sekjen PP PBSI berdalih kalau masalahnya ada pada atlet yang belum konsisten dan proses mendatangkan pelatih bursatogel baru yang mungkin jauh lebih bagus butuh waktu cukup lama. Sehingga PBSI memilih untuk menganalisi kelebihan dan kelemahan atlet yang ditangani.

 

Salah satu pelatih yang mungkin dianggap terbaik adalah di sektor ganda putra yakni Herry IP. Untuk Asian Games 2018, Herry sudah menyiapkan empat pasangan yakni Marcus/Kevin, Fajar Alfian/Muhammad Rian, Berry Angriawan/Hardianto dan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan. Herry mematok ganda putra bisa menyumbang medali emas sehingga momen Kejuaraan Dunia 2015 di Istora Senayan mampu terulang saat Hendra/Ahsan jadi juara. Namun untuk Asian Games 2018, badminton hanya boleh mengirim dua pasang ganda putra saja di mana satu slot sudah pasti diisi Marcus/Kevin dan pasangan kedua akan diputuskan pada 30 Juni 2018.

 

Hendra Setiawan Dicoret Dari Asian Games 2018?

 

Jelang Asian Games 2018 ada salah satu turnamen yang akan diikuti para atlet badminton yani Kejuaraan Dunia 2018 di China pada 30 Juli-5 Agustus. Kabarnya Hendra mendapatkan tiket turnamen bersama pemain Malaysia, Tan Boon Heong. Hanya saja PBSI menolak undangan itu karena Hendra saat ini sudah jadi bagian Pelatnas kembali. PBSI pun berharap Hendra mengikuti Kejuaraan Dunia 2018 bersama rekan senegara.

 

Ketidakpastian ini seolah membuka rumor kalau Hendra/Ahsan tak akan tampil di Asian Games 2018. Meskipun masuk sebagai salah satu pasangan yang disiapkan, status Hendra sebagai pemain magang Pelatnas masih harus ditinjau pada awal Juli nanti apakah bakal promosi atau malah degradasi.