Karier Rooney disebut Sempurna Menurut Mourinho

Jose Mourinho menyebut bahwa karir dari Wayne Rooney di ajang Liga Primer Inggris sangat sempurna dan sekarang ini menjadi waktu yang sangat tepat bagi Rooney untuk berpindah bagi Rooney ke Major League Soccer (MLS) di Amerika Serikat.

Karirnya yang Menjulang

Rooney memutuskan untuk hijrah ke DC United dan akhirnya menyudahi karirnya di Liga Inggris. Rooney sudah menjalani 16 buah musim di Liga Inggris bersama dengan Everton dan Manchester United. “Melihat dan menemukan apa yang dilakukannya di klub pada masa kecilnya, Everton, membuat dunia sangat terkejut dengan sang bocah itu,” ungkap Mourinho.

“Kemudian ia pergi ke Manchester United dan akhirnya memiliki karier yang sangat luar biasa. Setelah itu, dirinya kembali ke Everton. Saya rasa bahwa karirnya di Inggris telah sempurna,” ungkap Mourinho dikutip dari CNN Indonesia.

Untuk Mourinho sendiri kepergian Rooney ke klub MLS adalah sebuah pertanda karir Rooney sebentar lagi bakal berakhir. Mourinho juga menyebutkan nama Steven Gerrard, Frank Lampard, dan juga Patrick Vierra sebagai nama-nama yang mana sebelumnya bermain di MLS kira-kira beberapa tahun sebelum ia gantung sepatu.

“Saya berharap ia menikmati kariernya di MLS dan tentunya ia bakal menarik perhatian. MLS perlu lebih banyak penonton untuk datang ke stadion, mereka perlu mencuri perhatian public dari olahraga yang mana sebelumnya sudah mereka sukai,” ucapnya lebih lanjut.

Sepanjang karir Rooney yang ada di Liga Inggris, Rooney telah sukses memenangkan 5 gelar Liga Inggris, satu di Piala FA, 3 gelar di Piala Liga, Liga Champions 2007/2008, Liga Europa 2016/2017, piala Dunia Antarklub 2008.

Rooney pergi ke MLS sendiri dengan sederet rekor. Rooney sendiri memegang rekor sebagai sebuah pencetak gol yang paling banyak di Manchester United sepanjang masa, pencetak gol paling banyak yang kedua di Liga Primer Inggris (di bawah Alan Shearer) dan juga menjadi pencetak gol paling banyak untuk Timnas Inggris di mana ia mencetak sebanyak 53 gol.

Karirnya di Liga Inggris Usai?

Sebenarnya Wayne Rooney sudah santer dikabarkan siap untuk meninggalkan Liga Inggris dan akan hengkang ke Liga Utama Amerika Serikat ini. musim yang lalu, Rooney kembali lagi ke Everton dengan status bebas transfer dari MU. Selama kurang lebih 1 musim, pemain bandar togel hongkong berusia 32 tahun ini sukses mencipatakan sebanyak 11 gol dan 40 pertandingan.

Sebelum dirinya bergabung dengan Everton, agen Rooney yakni Paul Stretford, juga sudah pernah melakukan pembicaraan dengan sejumlah klub MLS. Seperti yang dikutip dari Tribunnews, pihak Rooney sekarang ini sudah mulai berdiskusi untuk masalah kepindahannya ke MLS musim depan ini. kabarnya sudah sangat santer terdengar, legenda MU ini akan segera bergabung dengan DC United.

Bahkan, DC United ini sudah menyiapkan kontrak sampai dengan tahun 2020 dengan mahar yang besar yakni 12 juta Poundsterling atau setara dengan Rp. 229 milyar. Walaupun demikian, sampai saat ini kontrak itu belum ditandatangani Rooney.

Kesepakatan yang mana didiskusikan oleh Jason Levein, Chief Executive DC United, juga sudah bocor semenjak beberapa pekan terakhir. Kemungkinannya adalah kepindahan Rooney bakal diumumkan saat jendela transfer sekunder MLS sendiri dibuka pada tanggal 10 Juli mendatang.

Everton, musim ini akan mejalani laga terakhir melawan West Ham yang bakal sekaligus menjadi pertandingan terakhir Rooney di laga Liga Inggris ini.

Singkirkan Bhayangkara, Arema Tim Terakhir 8 Besar Piala Presiden

Jelang bergulirnya Liga 1 Indonesia musim 2018, turnamen Piala Presiden memang begitu dinantikan oleh tim-tim papan atas Tanah Air. Dimulai pada 16 Januari 2018, Piala Presiden kini memantapkan diri memasuki babak delapan besar di akhir Januari. Setelah babak penyisihan lima grup di lima kota, delapan tim akhirnya dipastikan lolos. Hari Selasa (30/1) malam menjadi pertandingan terakhir grup E di mana sang juara bertahan Piala Presiden 2017 akhirnya lolos usai menahan imbang juara Liga 1 musim 2017, Bhayangkara FC dengan skor seri tanpa gol.

 

Digelar di stadion Kanjuruhan, kabupaten Malang, tensi pertandingan Arema melawan Bhayangkara memang begitu panas. Sama-sama punya peluang yang sama lolos ke babak perempat final, kedua juara beda turnamen ini bermain ngotot. Arema sebagai tuan rumah menciptakan peluang gol pada menit ke-36 saat Hendro Siswanto berhasil melewati kiper Bhayangkara, Panggih Prio Sembodho yang masih berhasil ditepisnya, seperti dilansir Liputan6.

 

Situasi makin keras saat pemain gelandang Arema yakni Hanif Abdurrauf Sjahbandi melakukan pelanggaran keras kepada TM Ichsan yang hendak melepas umpan bursatogel di menit ke-38. Bhayangkara sempat emosi melihat Ichsan kesakitan sampai terpaksa dibawa ke luar lapangan. Pada menit ke-61, gelandang Timnas Indonesia U-23 yakni Hargianto sempat memiliki peluang emas untuk Bhayangkara. Selang tujuh menit kemudian, giliran Thiago Furtuoso hampir saja menciptakan gol untuk Arema lewat tandukan kepala yang lagi-lagi digagalkan oleh Panggih. Thiago kembali membuat asa Aremania tumbuh pada menit ke-72 usai mendapat umpan terobosan tapi tetap saja gagal menjebol gawang Panggih. Hingga akhirnya, Arema lolos karena menang selisih gol atas Bhayangkara.

 

Pelatih Bhayangkara Pilih Bungkam

 

Tersingkir dari babak penyisihan Piala Presiden 2018 padahal status mereka adalah kampiun Liga 1 musim 2017 memang menjadi awal musim buruk untuk Bhayangkara. Tak heran kalau pelatih Simon McMenemy tampak sangat kecewa. Hanya saja kekecewaan Simon rupanya lebih pada jalannya pertandingan melawan Arema yang dia anggap sangat buruk, seperti dilansir Indosport.

 

“Mereka (Arema) tampaknya sudah puas dengan hasil imbang ini. Selebihnya, saya tidak mau komentar. Kami tidak habis pikir dengan cara bermain mereka. Ya, semua tahu permainan Arema. Soal itu (kepemimpinan wasit Annas Apriliandi) saya tidak mau bicara. Karena tetap saja, saya terus mengalami hal-hal seperti itu setiap kali bermain di sini,” ungkap Simon.

 

Bhayangkara memang berulang kali melakukan protes atas jalannya pertandingan hingga memuncak saat Ichsan mengalami cedera. Bahkan official team Bhayangkara sampai murka dengan perangkat wasit termasuk manajer Sumardji yang sempat berniat menarik seluruh pemainnya dari lapangan. Wasit Annas pun begitu mengobral kartu kuning sampai keluar tujuh lembar di mana empat di antara diberikan untuk Arema.

 

Babak Delapan Besar Digelar di Solo

 

Setelah babak penyisihan dilangsungkan di lima kota berbeda, PT Liga Indonesia Baru (LIB) memilih stadion Manahan di Solo sebagai lokasi delapan besar Piala Presiden yang akan berlangsung pada 3-4 Februari 2018. Dari delapan tim itu, hanya dua grup yang cuma mengirimkan satu wakil yakni Mitra Kukar dari Grup B dan Arema dari Grup E.

 

Enam wakil lainnya adalah Sriwijaya FC dan PSMS Medan dari Grup A, Persebaya Surabaya dan Madura United dari Grup C serta Bali United dan Persija Jakarta dari Grup D. Undian pertandingan untuk babak delapan besar baru direncanakan digelar pada hari Rabu (31/1) ini.

 

Brendan Rodgers Puji Philippe Coutinho di Barcelona

Kendati sudah tidak ada ikatan atau kontrak yang membuatnya bekerja bersama dalam satu klub, hubungan antara pelatih atau manajer dengan pemain akan tetap terjalin. Brendan Rodgers sudah tidak mengasuh Liverpool lagi, begitu juga dengan Philippe Coutinho yang saat ini bergabung ke Barca. Namun, keduanya masih memiliki ikatan Togel online yang pernah mereka jalin sewaktu keduanya berada di Liverpool. Brendan Rodgers juga memuji kemampuan Coutinho di Barcelona.

Brendan Rodgers Puji Kemampuan Coutinho

Mantan bos Liverpool Brendan Rodgers memberi pujian dan penghormatan kepada mantan pemain asuhannya, Philippe Coutinho, yang pindah ke Anfield pada saat berusia 18 tahun dan sekarang menjadi salah satu pemain dengan bayaran tertinggi di dunia. Ya, Brendan Rodgers tidak segan untuk memuji talenta Philippe Coutinho, yang baru-baru ini bergabung dengan klub pemimpin La Liga, Barcelona seharga £ 146 juta.Tentu ini adalah prestasi yang membanggakan bagi Rodgers.

Seperti diketahui jika baik Coutinho maupun Rodgers pernah bekerja sama di Liverpool. Pemain asal Brazil tersebut pindah ke Liverpool pada bulan Januari 2013.Dia telah menghabiskan dua setengah tahun pertamanya bekerja di bawah asuhan Rodgers.Keduanya tentu masih memiliki kenangan bersama sewaktu masih di Anfled terutama bagi Rodgers.Dia masih ingat betul kemampuan bermain Philippe Coutinho.

Brendan Rodgers yang kini menjabat sebagai Manajer Celtic mengatakan dengan jujur bahwa dia tidak telalu terkejut dengan besarnya biaya yang dikeluarkan Barca untuk mendatangkan Coutinho.Rodgers mengatakan: “Langkah Neymar [pindah dari Barcelona ke PSG seharga £ 198 juta] telah mengubah dinamika dan banyak pemain Amerika Selatan bermimpi bermain untuk Real Madrid atau Barcelona.”

Menurut Rodgers, apa yang dibayarkan Barca atas kemampuan Coutinho menunjukkan bahwa sang mantan pemainnya tersebut memiliki kualitas permainan yang memang pantas dihargai mahal oleh Barca. Dia mengatakan; “Dia pasti memiliki kualitas bermain untuk Barcelona.”Rodgers juga pastinya mengetahui sedikit banyak tentang kemampuan Coutinho.

Rodgers Mengenang Kemampuan Coutinho

Rodgers mencoba mengenang kembali saat dia melihat Coutinho pertama kali tiba di Inggris, Rodgers menambahkan: “Dia hanya memiliki satu topi Brasil saat dia pindah ke negara itu.” Artinya, dia hanya memiliki kebanggaan pemain asal Brasil, itu saja.Dia mencoba mengingat kembali dengan mengatakan; “Saya ingat (dia) pergi ke Wembley untuk menghadiri surat izin kerja dan mencoba meyakinkan panel agar mengizinkan dia bermain di negara tersebut.” Dia melanjutkan; “Langkah Barcelona yang bagus untuknya, dan bagi Liverpool, ini adalah hasil yang sangat besar atas apa yang mereka bayar.”

Sementara itu, Celtic terus mempertahankan Piala Skotlandia mereka dengan pertandingan kandang melawan klub Championship, Brechin City, yang berada di bawah klasemen setelah promosi musim lalu. Namun, Rodgers mengatakan pemimpin Liga Primer Skotlandia tersebut tidak akan menghadapi lawan yang mudah nantinya. Tapi, Rodgers tetap optimis dengan kemampuan anak buahnya saat ini.

Dia berkata: “Selalu, permainan yang rumit.Ini adalah permainan di rumah (kandang) dan menyenangkan untuk memiliki permainan di rumah. Tapi aku yakin Brechin akan memberikan permainan yang sulit. “Ketika saya melihat mereka, mereka pasti bermain untuk manajer.Mereka telah membuat langkah maju ke kejuaraan (Championship) dan itu bisa sulit. Banyak tim di sana bertarung dengan penuh waktu.

Walau demikian, Rodgers yakin anak buahnya mampu untuk menghadapi segala tantangan sulit yang ada di depan. Tentu, dia memiliki harapan yang besar bagi klubnya.Dia mengatakan; “Tapi kita harus profesional dan lolos dan mereka pantas dihormati sepenuhnya.” Rodgers cukup optimis dia dan anak buahnya akan memenangkan pertandingan nanti.