Agar Mudik Lebaran Lancar

Di hari raya Idul Fitri momen yang paling ditunggu-tunggu terutama oleh para perantau adalah mudik. Pada saat itu kita dapat bertemu dengan orang-orang tercinta di kampung halaman. Apalagi di tahun ini masa libur lebaran cukup panjang, yaitu mulai 11 Juni hingga 20 Juni 2018. Tentu saja durasi liburan ini akan berkaitan dengan peningkatan jumlah pemudik.

 

Prediksi Kementrian Perhubungan, di tahun ini jumlah pemudik Lebaran bisa mencapai  hingga 19.5 juta orang yang artinya meningkat sebesar 15% dibandingkan tahun 2017 kemarin. Masa libur yang lebih panjang juga akan memudahkan pemudik untuk mengatur waktu keberangkatan serta kepulangannya dengan lebih leluasa.

 

Artinya Anda juga dapat merayakan momen membahagiakan ini dengan lebih santai. Namun Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menghimbau agar jadwal pulang kampung ini tak terlalu dekat dengan hari lebaran demi kelancaran lalu lintas mudik. Paling tidak Anda bisa berangkat seminggu atau 5 hari sebelum hari H, alih-alih 2-3 hari sebelum lebaran karena libur sekolah juga sudah dimulai.

 

Bila sudah menentukan jadwal mudik, berikutnya adalah memikirkan transportasi yang bisa menjadi pilihan. Toh saat ini tersedia berbagai moda transportasi untuk membawa Anda ke kampung halaman. Untuk mendapatkan harga  yang  murah manfaatkan hari-hari penawaran tiket promo baik dari KAI hingga maskapai penerbangan.

 

Bila memilih kendaraan umum tentu Anda harus bergerak cepat sebelum tiket habis mengingat tren permintaan tiket akan meningkat pada masa libur lebaran. Mereka yang sukses mendapatkan tiket kendaraan seperti keinginan bahkan telah memesan sejak beberapa bulan sebelum lebaran. Keuntungan mudik dengan kereta atau pesawat adalah  mempersingkat waktu perjalanan karena Anda tak perlu bersinggungan dengan macet, jadi kapan Anda tiba di kampung halaman bisa diprediksi syair togel dengan tepat.

 

Sementara kekurangan mudik tanpa mobil pribadi adalah mobilitas Anda di kampung halaman akan terbatas. Apalagi beberapa kawasan di tanah air belum dilengkapi fasilitas transportasi umum yang layak. Bila sudah demikian jangan-jangan Anda hanya bisa tinggal di rumah saja karena kesulitan bepergian untuk silaturahmi.

 

Salah satu solusi untuk permasalahan ini adalah menggunakan jasa rental mobil. Sekali lagi lakukan reservasi sejak jauh-jauh hari karena pada masa high season peminat untuk jasa tersebut juga membludak. Anda bisa memilih rental mobil dengan sopir atau lepas kunci, artinya, Anda menyetir sendiri mobil sewaan tersebut. Jadi siapkan fisik Anda secara optimal.

 

Tradisi mudik di Indonesia

Walaupun telah menjadi kosakata yang umum faktanya tak semua orang tahu bahwa mudik berasal dari bahasa Jawa ngoko, yaitu “mulih dilik” yang artinya pulang sebentar. Ada pula yang mengatakan kata mudik berasal dari udik atau desa. Ditambah dengan kata “mulih udik” mudik dapat diterjemahkan menjadi pulang ke desa atau kampung saat hari raya.

 

Tradisi primordial ini diawali oleh masyarakat petani Jawa sejak masa Kerajaan Majapahit. Para perantau akan pulang kampung pada hari-hari diselenggarakannya ritual pemujaan kepada leluhur. Tujuannya adalah untuk meminta rezeki, berkah, dan keselamatan. Seiring dengan berkembangnya agama Islam di tanah air, momen lebaranlah yang menjadi ajang untuk pulang kampung ini.

 

Sekitar tahun 70-an istilah mudik lebaran semakin populer, saat Jakarta menjadi kota pertama di Indonesia yang berkembang pesat. Bagi mereka yang tinggal di desa, Jakarta menjadi daya tarik untuk memperbaiki nasib atau taraf kehidupan. Mereka pun merantau ke ibukota untuk mencari pekerjaan dan saat sudah mapan di ibukota pada hari libur mereka akan kembali ke desa untuk bertemu orang tua dan kerabat. Tradisi mudik pun berlanjut hingga  sekarang ini.