Gary Oldman Dijagokan Dapat Oscar Lewat ‘DARKEST HOUR’

Gary Oldman adalah salah satu aktor Inggris terbaik. 35 tahun sudah bergelut di dunia film, rasa-rasanya tinggal menunggu waktu saja bagi pria berusia 59 tahun itu untuk mendapatkan Oscar pertamanya. Oldman hanya pernah satu kali saja mencicipi masuk ke daftar nominasi Oscar atas perannya sebagai George Smiley dalam film TINKER TAILOR SOLDIER SPY (2011).

 

Tujuh tahun berselang sejak film itu, Oldman kembali masuk ke dalam ajang penghargaan film www.sanadomino.com paling bergengsi di Hollywood itu lewat Academy Awards 2018. Kali ini pria yang sudah menikah lima kali itu masuk ke nominasi Aktor Terbaik atas perannya sebagai Perdana Inggris Winston Churchill di film DARKEST HOUR (2017). Terimakasih kepada sutradara Joe Wright, yang mampu mengeluarkan bakat akting seorang Oldman dengan tepat.

 

Lewat DARKEST HOUR, sosok Churchill memang jadi magnet film. Berbagai macam dialog dan adegan yang kocak serta informatif disuguhkan Oldman tanpa cela secara dramatis. Untuk pertama kalinya sepanjang karier berakting, DARKEST HOUR adalah waktunya Oldman bersinar. Tak heran kalau akhirnya ajang Golden Globes pada awal Januari 2018, memilih Oldman sebagai pemenang kategori Aktor Terbaik. Kini Oldman harus bersaing dengan Timothée Chalamet (CALL ME BY YOUR NAME), Daniel Day-Lewis (PHANTOM THREAD), James Franco (THE DISASTER ARTIST) dan Daniel Kaluuya (GET OUT) untuk memperoleh piala Oscar pertama kalinya.

 

400 Cerutu Dihisap Oldman Saat jadi Churchill

 

Didapuk sebagai Churchill sang Perdana Menteri yang hobi minum alkohol, merokok dan terus memaki-maki bawahannya, termasuk sang asisten, Elizabeth Layton (Lily James), Oldman tak mengecewakan. Dialog-dialog panjang tanpa henti yang dilakukan Oldman sukses membuat DARKEST HOUR jadi film biografi yang tidak membosankan. Yang unik, Oldman mengaku sempat ragu dan tak mau berperan sebagai Churchill.

 

Memiliki fisik yang berbeda dengan dirinya, Oldman harus menjalani transformasi yang melelahkan. Demi punya fisik yang gemuk, Oldman setiap harinya sudah siap pada pukul satu dini hari selama 48 hari syuting untuk berdandan. Tak hanya itu saja, mantan suami aktris Uma Thurman ini bahkan harus rela kesakitan karena membiasakan diri menghisap 400 batang cerutu Romeo y Julieta demi mendalami peran sebagai Churchill. Karena adegan itulah, Oldman sampai mengalami keracunan nikotin yang cukup serius.

 

‘DARKEST HOUR’ Jadi Bukti Akting Oldman

 

Tak dipungkiri lagi jika DARKEST HOUR memang jadi bukti karier seorang Oldman. Sepanjang kariernya, ayah tiga orang anak ini sukses menjalankan peran yang berbeda-beda. Yang cukup ikonik mungkin perannya sebagai Count Dracula di film arahan Francis Ford Coppola yakni BRAM STOKER’S DRACULA (1992). Generasi milenial pun mencintai dirinya sebagai ayah baptis Harry Potter yang liar tetapi baik hati dan pemberani, Sirius Black, dalam empat installment film Harry Potter mulai tahun 2004 hingga 2011.

 

Tak cuma itu saja, sosok polisi James Gordon dalam tiga film Batman arahan Christopher Nolan juga memperlihatkan kemampuan Oldman yang sempurna memerankan berbagai karakter. Bukan hanya akting yang memukau, Oldman juga bisa jadi pengisi suara yang tepat pada film KUNG FU PANDA 2 (2011) atas perannya sebagai Lord Shen, si bangau putih yang licik. Hingga akhirnya perannya sebagai Churchill seolah jadi titik klimaks perjalanan karier Oldman yang rasa-rasanya sangat layak untuk diganjar Oscar. Apakah penampilan apiknya juga bisa mengantarkan DARKEST HOUR sebagai Film Terbaik nanti? Patut untuk dinantikan.