Fakta Menarik Film Komedi Lagi-Lagi Ateng (2019)

Dunia perfilman Indonesia pada awal tahun 2019 menghadirkan beberapa film komedi yang akan menggelitik penonton. Salah satunya yaitu Film Lagi-Lagi Ateng (2019) yang hadir pada tanggal 10 Januari 2019 yang lalu. Film ini menghadirkan kisah mengenai komedian bursa togel online yang legendaris pada masa-masa tahun 90-an yaitu Iskak dan Ateng.

Bukan Merupakan Film Remake

Meskipun menceritakan mengenai Ateng dan Iskak, film ini bukan remake dari film yang dibintangi oleh kedua komedian tersebut. Film yang disutradarai oleh Monty Tiwa ini dihadirkan sebagai upaya untuk memberikan apresiasi kepada sosok komedian Ateng dan Iskak.Sehingga kisah dalam film ini lebih menyajikan mengenai keseharian Ateng yang belum ditampilkan pada film sebelumnya.

Lagi-Lagi Atengberkisah mengenai Ateng yang bertemu dengan saudara kembarnya setelah lama hidup terpisah. Saudara kembarnya tersebut bernama Agung yang pada awalnya tidak menyadari jika mereka kembar sebelum bertemu dengan Ateng di salah satu hotel yang sama di Jakarta. Kedua peran tersebut diperankan oleh actor yang sama yaitu AugieFrantinus.

Menampilkan Cerita Yang Lebih Modern

Cerita di dalam film ini dimulai dengan karakter Ateng dan Iskak yang pergi merantau ke kota Jakarta untuk pertama kalinya. Ketika tiba di Jakarta, keduanya menginap di salah satu hotel mewah dan modern.Di hotel inilah Ateng kemudian bertemu dengan saudara kembarnya yaitu Agung untuk pertama kalinya.

Pada saat itu, mereka terkejut karena keduanya bertemu dengan orang yang mempunyai wajah yang sangat mirip dan identik.Hal itulah yang kemudian membuat Ateng dan Agung menyadari kalau keduanya merupakan saudara kembar. Keduanya sama sekali tidak berpikir mempunyai saudara kembar karena mereka sudah dipisahkan sejak dari bayi dan orang tua mereka tidak menceritakan mengenai saudara kembar mereka.

Ateng dan Agung tinggal secara terpisah karena kedua orang tua mereka memutuskan untuk memisahkan diri.Ateng hidup bersama dengan ayahnya di desa dan Agung bersama dengan ibunya di Jakarta.Pertemuan mereka ini pada akhirnya membuat keduanya yang penasaran dengan orang tua yang belum pernah mereka temui memutuskan untuk saling bertukar tempat. Agung yang ingin bertemu dengan ayahnya dan Ateng yang ingin bertemu dengan ibunya harus merasakan kehidupan yang berbeda karena tempat dan kultur yang mempunyai perbedaan sangat drastis.

Selain itu, Iskak yang pada saat itu juga turut serta merantau ke ibukota mengalami keterkejutan yang sama dengan Ateng dan Agung. Sebagai salah satu teman akrab Ateng, Iskak juga baru mengetahui jika temannya tersebut mempunyai kembaran yang tinggal di Jakarta.Dalam keputusan kedua kembaran tersebut untuk saling bertukar tempat, Iskak juga turut serta di dalamnya.

Terdapat Drama Mengharukan 

Film garapan sutradara kondang Monty Tiwa ini merupakan salah satu film komedi yang turut serta hadir dalam dunia perfilman Indonesia.Sebagai sebuah film komedi, tentunya lelucon yang dihadirkan oleh para aktor merupakan salah satu hal yang dominan di dalamnya.Meskipun demikian, berbeda dengan film komedi lainnya yang hadir di perfilman Indonesia, film ini tidak menghadirkan gaya-gaya lelucon yang menampilkan unsur-unsur vulgar di dalamnya.Sehingga menjadikan film yang berkisah mengenai komedian Ateng ini dapat dinikmati oleh seluruh kalangan.

Selain itu, Lagi-Lagi Ateng juga menampilkan drama mengenai keluarga yang dibungkus dengan pas bersama dengan gaya-gaya komedian para aktor. Hal tersebut membuat penonton film tidak hanya dapat menikmati humor-humor segar yang ditampilkan, akan tetapi juga nilai-nilai moral yang turut hadir di dalamnya.

Gary Oldman Dijagokan Dapat Oscar Lewat ‘DARKEST HOUR’

Gary Oldman adalah salah satu aktor Inggris terbaik. 35 tahun sudah bergelut di dunia film, rasa-rasanya tinggal menunggu waktu saja bagi pria berusia 59 tahun itu untuk mendapatkan Oscar pertamanya. Oldman hanya pernah satu kali saja mencicipi masuk ke daftar nominasi Oscar atas perannya sebagai George Smiley dalam film TINKER TAILOR SOLDIER SPY (2011).

 

Tujuh tahun berselang sejak film itu, Oldman kembali masuk ke dalam ajang penghargaan film www.sanadomino.com paling bergengsi di Hollywood itu lewat Academy Awards 2018. Kali ini pria yang sudah menikah lima kali itu masuk ke nominasi Aktor Terbaik atas perannya sebagai Perdana Inggris Winston Churchill di film DARKEST HOUR (2017). Terimakasih kepada sutradara Joe Wright, yang mampu mengeluarkan bakat akting seorang Oldman dengan tepat.

 

Lewat DARKEST HOUR, sosok Churchill memang jadi magnet film. Berbagai macam dialog dan adegan yang kocak serta informatif disuguhkan Oldman tanpa cela secara dramatis. Untuk pertama kalinya sepanjang karier berakting, DARKEST HOUR adalah waktunya Oldman bersinar. Tak heran kalau akhirnya ajang Golden Globes pada awal Januari 2018, memilih Oldman sebagai pemenang kategori Aktor Terbaik. Kini Oldman harus bersaing dengan Timothée Chalamet (CALL ME BY YOUR NAME), Daniel Day-Lewis (PHANTOM THREAD), James Franco (THE DISASTER ARTIST) dan Daniel Kaluuya (GET OUT) untuk memperoleh piala Oscar pertama kalinya.

 

400 Cerutu Dihisap Oldman Saat jadi Churchill

 

Didapuk sebagai Churchill sang Perdana Menteri yang hobi minum alkohol, merokok dan terus memaki-maki bawahannya, termasuk sang asisten, Elizabeth Layton (Lily James), Oldman tak mengecewakan. Dialog-dialog panjang tanpa henti yang dilakukan Oldman sukses membuat DARKEST HOUR jadi film biografi yang tidak membosankan. Yang unik, Oldman mengaku sempat ragu dan tak mau berperan sebagai Churchill.

 

Memiliki fisik yang berbeda dengan dirinya, Oldman harus menjalani transformasi yang melelahkan. Demi punya fisik yang gemuk, Oldman setiap harinya sudah siap pada pukul satu dini hari selama 48 hari syuting untuk berdandan. Tak hanya itu saja, mantan suami aktris Uma Thurman ini bahkan harus rela kesakitan karena membiasakan diri menghisap 400 batang cerutu Romeo y Julieta demi mendalami peran sebagai Churchill. Karena adegan itulah, Oldman sampai mengalami keracunan nikotin yang cukup serius.

 

‘DARKEST HOUR’ Jadi Bukti Akting Oldman

 

Tak dipungkiri lagi jika DARKEST HOUR memang jadi bukti karier seorang Oldman. Sepanjang kariernya, ayah tiga orang anak ini sukses menjalankan peran yang berbeda-beda. Yang cukup ikonik mungkin perannya sebagai Count Dracula di film arahan Francis Ford Coppola yakni BRAM STOKER’S DRACULA (1992). Generasi milenial pun mencintai dirinya sebagai ayah baptis Harry Potter yang liar tetapi baik hati dan pemberani, Sirius Black, dalam empat installment film Harry Potter mulai tahun 2004 hingga 2011.

 

Tak cuma itu saja, sosok polisi James Gordon dalam tiga film Batman arahan Christopher Nolan juga memperlihatkan kemampuan Oldman yang sempurna memerankan berbagai karakter. Bukan hanya akting yang memukau, Oldman juga bisa jadi pengisi suara yang tepat pada film KUNG FU PANDA 2 (2011) atas perannya sebagai Lord Shen, si bangau putih yang licik. Hingga akhirnya perannya sebagai Churchill seolah jadi titik klimaks perjalanan karier Oldman yang rasa-rasanya sangat layak untuk diganjar Oscar. Apakah penampilan apiknya juga bisa mengantarkan DARKEST HOUR sebagai Film Terbaik nanti? Patut untuk dinantikan.