Pandemi Corona Berimbas Kepada Kekurangan Pakan Satwa Di Kebun Binatang

Tony Sumampau, sekretaris jenderal perhimpunan kebun binatang se-indonesia (PKBSI) mengatakan bahwa semenjak pandemi atau wabah virus Corona, keadaan kebun binatang memang memprihatinkan. Semenjak seluruh operasional kunjungan ditutup satwa atau hewan-hewan kekurangan makanan.

Lebih jauh Toni mengatakan bahwa hampir semua kebun binatang di Indonesia tengah kewalahan jika dampak wabah totobet online ini sampai akhir Mei belum berakhir. Meski begitu PKBSI tetap berusaha untuk mengatasi efek pandemi ini bagi para satwa koleksi kebun binatang.

PKBSI membuka donasi untuk pakan satwa

Ini misalnya dengan membuka donasi pada program yang bertajuk food for animals. Selain mengharapkan campur tangan pemerintah secepat mungkin PKBSI masih memiliki beberapa alternatif lain.

Opsi tersebut adalah dengan mengumpankan hewan lain untuk pakan. Hewan yang dikorbankan ini adalah satwa yang termasuk dalam kategori sudah berusia tua dan tidak produktif lagi. Walaupun begitu Toni mengaku bahwa alternatif terakhir itu hingga saat ini masih belum dilakukan baik oleh kebun binatang di tanah air ataupun lembaga konservasi. Padahal di beberapa negara yang juga mengalami krisis yang sama hal ini telah dilakukan.

Penyembelihan hewan untuk pakan satwa lainnya mungkin akan dilakukan jika upaya membuka donasi atau permintaan bantuan kepada pemerintah dinilai tidak efektif.

Pengurangan hewan tersebut juga bertujuan untuk meringankan beban makan kelompoknya, tambah Tony. Hewan-hewan yang dapat dikorbankan adalah satwa yang tidak dilindungi. Daging mereka dapat membantu memberi makan satwa harimau.

PKBSI sampai saat ini masih mengharapkan bantuan baik dari pemerintah, masyarakat, perusahaan, dan sebagainya demi satwa koleksi kebun binatang untuk bertahan hidup.

3 kebun binatang terdampak paling berat

Yang mendapat perhatian khusus adalah kebun binatang Garut, Semarang Zoo, dan Medan Zoo. Ini karena ketika kebun binatang itu mempunyai koleksi yang cukup banyak.

Hasil donasi untuk pakan satwa nantinya akan disalurkan kepada kebun binatang yang paling membutuhkan bantuan. Kebun binatang Bandung atau zoological garden (Bazooga) dikabarkan juga mengurangi pakan hewan koleksinya demi efisiensi.

Sulhan Syafi’i, marketing komunikasi Bazooga tidak menampik hal itu. Efisiensi perlu di lakukan sebagai dampak dari anjloknya perekonomian akibat wabah Covid-19 yang terjadi saat ini.

Sejak abad ini terjadi di tanah air, Bazooga turut berpartisipasi dalam menghambat penyebaran wabah. Hal ini dilakukan dengan menutup kebun binatang sejak tanggal 21 Maret 2020 lalu. Penutupan sebenarnya direncanakan selama dua minggu rumah yaitu sampai 4 April 2020. Sayangnya kondisi apa yang belum mereda memaksa pihak manajemen memperpanjang waktu penutupan.

Beberapa karyawan tetap masuk selama operasional kebun binatang dihentikan. Mereka ini adalah keeper, bagian pakan, dan tim kesehatan. Alasannya karena seluruh binatang wajib dirawat serta dimonitor kesehatannya setiap hari. Menurut manajemen sampai 4 bulan kedepan persediaan pakan satwa masih tergolong aman.

Tetapi jika lebih dari waktu tersebut ya kebun binatang harus memilih untuk menyelamatkan satwa yang diprioritaskan. Masih menurut Sulhan, jika tidak mendapat bantuan dari pemerintah, untuk memberi makan harimau sumatera rusa akan disembelih. Ini untuk menjaga hewan-hewan yang berharga.

Tidak hanya satwa koleksi, para pekerja kebun binatang juga terancam kehilangan pekerjaan karena wabah ini. PKBSI mencatat paling tidak ada 22 ribu tenaga kerja yang mengurus operasional kebun binatang di seluruh Indonesia, mulai dari ujung timur Papua hingga ujung pulau Sumatra.

Selain pekerja yang bertugas memberi makan hewan koleksi, saat ini tenaga kebersihan, security, serta staff ticketing sebagian sudah dirumahkan atau diberikan unpaid leave.