Singkirkan Bhayangkara, Arema Tim Terakhir 8 Besar Piala Presiden

Jelang bergulirnya Liga 1 Indonesia musim 2018, turnamen Piala Presiden memang begitu dinantikan oleh tim-tim papan atas Tanah Air. Dimulai pada 16 Januari 2018, Piala Presiden kini memantapkan diri memasuki babak delapan besar di akhir Januari. Setelah babak penyisihan lima grup di lima kota, delapan tim akhirnya dipastikan lolos. Hari Selasa (30/1) malam menjadi pertandingan terakhir grup E di mana sang juara bertahan Piala Presiden 2017 akhirnya lolos usai menahan imbang juara Liga 1 musim 2017, Bhayangkara FC dengan skor seri tanpa gol.

 

Digelar di stadion Kanjuruhan, kabupaten Malang, tensi pertandingan Arema melawan Bhayangkara memang begitu panas. Sama-sama punya peluang yang sama lolos ke babak perempat final, kedua juara beda turnamen ini bermain ngotot. Arema sebagai tuan rumah menciptakan peluang gol pada menit ke-36 saat Hendro Siswanto berhasil melewati kiper Bhayangkara, Panggih Prio Sembodho yang masih berhasil ditepisnya, seperti dilansir Liputan6.

 

Situasi makin keras saat pemain gelandang Arema yakni Hanif Abdurrauf Sjahbandi melakukan pelanggaran keras kepada TM Ichsan yang hendak melepas umpan bursatogel di menit ke-38. Bhayangkara sempat emosi melihat Ichsan kesakitan sampai terpaksa dibawa ke luar lapangan. Pada menit ke-61, gelandang Timnas Indonesia U-23 yakni Hargianto sempat memiliki peluang emas untuk Bhayangkara. Selang tujuh menit kemudian, giliran Thiago Furtuoso hampir saja menciptakan gol untuk Arema lewat tandukan kepala yang lagi-lagi digagalkan oleh Panggih. Thiago kembali membuat asa Aremania tumbuh pada menit ke-72 usai mendapat umpan terobosan tapi tetap saja gagal menjebol gawang Panggih. Hingga akhirnya, Arema lolos karena menang selisih gol atas Bhayangkara.

 

Pelatih Bhayangkara Pilih Bungkam

 

Tersingkir dari babak penyisihan Piala Presiden 2018 padahal status mereka adalah kampiun Liga 1 musim 2017 memang menjadi awal musim buruk untuk Bhayangkara. Tak heran kalau pelatih Simon McMenemy tampak sangat kecewa. Hanya saja kekecewaan Simon rupanya lebih pada jalannya pertandingan melawan Arema yang dia anggap sangat buruk, seperti dilansir Indosport.

 

“Mereka (Arema) tampaknya sudah puas dengan hasil imbang ini. Selebihnya, saya tidak mau komentar. Kami tidak habis pikir dengan cara bermain mereka. Ya, semua tahu permainan Arema. Soal itu (kepemimpinan wasit Annas Apriliandi) saya tidak mau bicara. Karena tetap saja, saya terus mengalami hal-hal seperti itu setiap kali bermain di sini,” ungkap Simon.

 

Bhayangkara memang berulang kali melakukan protes atas jalannya pertandingan hingga memuncak saat Ichsan mengalami cedera. Bahkan official team Bhayangkara sampai murka dengan perangkat wasit termasuk manajer Sumardji yang sempat berniat menarik seluruh pemainnya dari lapangan. Wasit Annas pun begitu mengobral kartu kuning sampai keluar tujuh lembar di mana empat di antara diberikan untuk Arema.

 

Babak Delapan Besar Digelar di Solo

 

Setelah babak penyisihan dilangsungkan di lima kota berbeda, PT Liga Indonesia Baru (LIB) memilih stadion Manahan di Solo sebagai lokasi delapan besar Piala Presiden yang akan berlangsung pada 3-4 Februari 2018. Dari delapan tim itu, hanya dua grup yang cuma mengirimkan satu wakil yakni Mitra Kukar dari Grup B dan Arema dari Grup E.

 

Enam wakil lainnya adalah Sriwijaya FC dan PSMS Medan dari Grup A, Persebaya Surabaya dan Madura United dari Grup C serta Bali United dan Persija Jakarta dari Grup D. Undian pertandingan untuk babak delapan besar baru direncanakan digelar pada hari Rabu (31/1) ini.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *